Thursday, 12 May 2016

OXIDATION WITH TPAP: TOTAL SYNTHESIS ANOMININE

Banyak jamur secara spesial menghasilkan struktur morfologi teradaptasi yang dikenal dengan scerotioayang mana sangat penting untuk pertahanan hidup lebih panjang dan propagasi dari spesiesnya. Dari penelitian secara sistemati dari scerotia diperoleh banyak metabolit sekunder aktif yang unik. Diantaranya kita lebih fokus pada diterpenoid dengan struktur cincin baru yang dikarakterisasi dengan 2 karbon kuarterner pada percabangan cincin. Perhatian kita terfokus pada anominine, sangat seperti sturktur utama dari metabolit lainnya. Anominine menunjukkan aktivitas terhadap hama tanaman Helicoverpa zea yang merupakan hama serangga yang sangat penting yang berhubungan dengan kerugiaan ekonomi di amarika serikat.. Karena senyawa tersebut berguna untuk insectisida maka sangat pentig untuk bisa diprouksi secara lebih banyak.



Pada kesempatan ini saya tidak membahas mengenai keseluruhan tahapan dalam total sintesis anominen melainkann hanya membahas salah satu tahapannya yaitu oksidasi dengan menggunakan TPAP (tetra-n-propylammonium perruthenate) dan co-oxidant NMO (N-methylmopholine N-oxide) pada pelarut diklorometana.
Struktur TPAP
Struktur NMO


Tahap Pertama
Merupakan tahap oksidasi gugus hidroksil oleh TPAP.




pada tahap ini pasangan elektron bebas dari O pada gugus hidroksil menyerang atom Ruthenium pada komplek perrithenate, kemudian ikatan rangkap memberikan elektronnya pada atom O sehingga O bermuatan negatif. Untuk penstabilan muatan atom O yang bermuatan positif atau kekurangan elektron maka atom H akan lepas dan memberikan elektronnya kepada atom O. Selanjutnya atom O yang bermuatan negatif pada kompelks ruthenium menyerang H yang terikat pada atom C yang mengikat O sehingga akan terbentuk ikatan rangkap dan kompleks ruthenium akan lepas secara otomatis.

Tahap Kedua 
Merupakan tahap regenerasi dari TPAP oleh NMO
NMO pada reaksi regenerasi dari TPAP ini berperan dalam mendonorkan atom Oksigennya kepada kompelks ruthenium. Selain sebagain peregenerasi dari RuO4 NMO juga berfungsi sebagai pegawal dari reaksi oksidasi yang terjadi pada alkohol tersebut.

Oke semua, semoga informasi yang saya berikan kali ini dapat mempermudah dalam memahami reaksi oksidasi dengan bantuan dari oksidator berupa TPAP an co-oksidator NMO.






4 comments:

  1. terimakasih atas penjelasannya, yang ingin saya tanyakan, pada tahap ini apa saja syarat pelarut yang digunakan?
    dan apakah akan berpengaruh pelarut diklorometana di ganti dengan pelarut yang lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih, digunakan diklorometana karena sifat dari kepolarannya yang sesuai untuk melarutkan reagen yang digunakan. sifat dari diklorometana bisa tergolong weak polar atau kepolarannya lemah dan juga terkadang dikatakan sebagai non-polar dengan tingkat kepolaran 3,1. jadi untuk mengganti dengan pelarut lain bisa saja tetapi harus memiliki kepolaran yang hmpir sama dengan diklorometana namun diklorometana akan memberikan hasil yang lebih maksimal.

      Delete
  2. terimakasih atas informasinya saudara dwi wahyu ramadhan. sedikit yang ingin saya tanyakan Anominine disini merupakan suatu metabolit sekunder bukan? nah, pada tumbuhan yang bagaimanakah yang terkandung senyawa ini? atau apakah senyawa ini terdapat pada tiap tumbuhan? di tunggu balasanya ya..
    terimakasih

    ReplyDelete
  3. terimakasih sandari aini, Banyak jamur secara spesial menghasilkan struktur morfologi teradaptasi yang dikenal dengan scerotioayang mana sangat penting untuk pertahanan hidup lebih panjang dan propagasi dari spesiesnya. Dari penelitian secara sistemati dari scerotia diperoleh banyak metabolit sekunder aktif yang unik salah satunya adalah anominine.

    ReplyDelete